Martin Zubimendi mencuri perhatian dalam laga Arsenal melawan Sunderland di Emirates Stadium. Ia berhasil mencetak gol yang membawa Arsenal unggul 1-0 menjelang jeda babak pertama.

Gol itu lahir dari umpan akurat Leandro Trossard yang diterima Zubimendi dengan tenang sebelum melepaskan tembakan jarak jauh ke gawang Sunderland. Selebrasi Zubimendi tak hanya sebagai perayaan pribadi.
Pemain asal Spanyol itu menepuk emblem Arsenal di dadanya dan kemudian mengangkat tangan, menandai penghormatan untuk rekan senegaranya, Mikel Merino. Merino sendiri sedang absen karena cedera, dan selebrasi ini meniru gaya khas Merino saat merayakan gol, yang membuat kamera menangkap momen tersenyum dan bertepuk tangan dari Merino.
Gol ini sekaligus menjadi gol keempat Zubimendi di Liga Inggris musim ini. Momen ini menegaskan pengaruhnya di lini tengah Arsenal, menunjukkan bahwa meskipun jarang mencetak gol, kontribusinya tetap vital bagi tim. Kehadiran Zubimendi di lapangan membawa stabilitas dan kreativitas dalam aliran serangan tim asuhan Mikel Arteta.
Pertahanan Arsenal Tetap Kuat
Meski Arsenal unggul, Sunderland sempat memberikan tekanan serius. Brian Brobbey hampir membawa tim tamu unggul setelah kiper David Raya gagal menangkap bola dengan sempurna. Namun, Kai Havertz tampil sigap dengan blok krusial yang menyelamatkan gawang. Aksi ini menunjukkan pentingnya konsentrasi dan koordinasi lini pertahanan Arsenal.
Kembalinya Havertz dari cedera menjadi suntikan energi bagi tim. Kehadirannya membuat permainan Arsenal lebih seimbang, terutama dalam mengalirkan bola dari lini tengah ke lini depan. Arteta menekankan bahwa pemain seperti Havertz dan Zubimendi adalah kunci untuk menjaga ritme permainan, terutama saat menghadapi tim yang bermain agresif.
Meskipun sempat mendapat tekanan, Arsenal tetap mampu mengendalikan permainan. Tim tampil disiplin, menjaga jarak antar lini, dan mengurangi peluang Sunderland untuk mencetak gol. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Arsenal bisa tetap tangguh di laga-laga penting.
Baca Juga: Arsenal Tampil Perkasa dan Siap Raih Tiga Trofi Musim Ini
Dampak Cedera Merino

Kabar buruk datang dari Mikel Merino yang harus menjalani operasi akibat cedera kaki. Arteta menyebut absennya Merino sebagai pukulan berat bagi tim karena kontribusi Merino sangat unik. Meski lebih sering masuk sebagai pemain pengganti, pengaruhnya di lapangan terasa signifikan, terutama dalam menjaga ritme lini tengah dan distribusi bola.
Arteta memastikan bahwa Merino tetap terhubung dengan tim selama masa pemulihan. Hubungan yang erat ini penting untuk menjaga mental pemain dan memudahkan adaptasi saat kembali bermain. Meski cedera, Merino tetap menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya, seperti yang terlihat dari penghormatan Zubimendi melalui selebrasi gol.
Tim juga harus menyesuaikan strategi tanpa Merino. Arteta akan mengandalkan kombinasi gelandang lain, termasuk Zubimendi dan Havertz, untuk menjaga keseimbangan tim. Hal ini menunjukkan fleksibilitas Arsenal dalam menghadapi cedera pemain kunci.
Prospek Arsenal ke Depan
Meskipun jendela transfer Januari sudah berakhir tanpa tambahan pemain baru, Arteta tetap optimis dengan kualitas skuad yang ada. Beberapa target potensial, seperti Alex Oxlade-Chamberlain, akhirnya bergabung dengan klub lain, tetapi Arteta percaya timnya memiliki kedalaman yang cukup untuk menghadapi sisa musim.
Kemenangan melawan Sunderland memberikan dorongan moral bagi Arsenal. Pemain seperti Zubimendi dan Havertz membuktikan bahwa mereka bisa menjadi penentu dalam laga penting. Arteta menekankan pentingnya menjaga momentum ini untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
Dengan fokus penuh dan fleksibilitas strategi, Arsenal diyakini mampu menghadapi tantangan sisa musim. Kontribusi pemain muda dan senior yang kembali fit akan menjadi kunci untuk menjaga posisi di klasemen dan bersaing dalam berbagai ajang. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita Arsenal menarik lainnya di arsenalstreams.com.